Nama                   : Imelda Saputri

Nrp                      : I14100124

Laskar / Panji       : 5 / 1

Terinspirasi dari Seorang Anak Buta

Berpikirlah dari sudut pandang yang berbeda..

Cerita ini berawal dari seorang anak buta yang sedang duduk bersila di sebuah tangga pintu masuk pada sebuah supermarket. Yaa, dia adalah seorang  pengemis yang mengharapkan belas kasihan dari para pengunjung yang berlalu lalang di depannya. Sebuah kaleng bekas berdiri tegak di depan anak itu dengan hanya beberapa keping uang receh di dalamnya, sedangkan kedua tangannya memegang sebuah papan yang bertuliskan “Saya buta, kasihanilah saya.”

Tiba-tiba ada Seorang pria yang kebetulan lewat di depan anak kecil itu. Ia merogoh sakunya, mengeluarkan beberapa keping uang receh, lalu memasukkannya ke dalam kaleng anak itu. Sejenak, pria itu memandang dan memperhatikan tulisan yang terpampang pada papan. Seperti sedang memikirkan sesuatu, dahinya mulai bergerak-gerak.

Lalu pria itu meminta papan yang dibawa anak itu, membaliknya, dan menuliskan beberapa kata di atasnya. Sambil tersenyum, pria itu kemudian mengembalikan papan tersebut, lalu pergi meninggalkannya. Sepeninggal pria itu, uang recehan pengunjung supermarket mulai mengalir lebih deras ke dalam kaleng anak itu. Kurang dari satu jam, kaleng anak itu sudah hampir penuh. Sebuah rejeki yang sungguh  luar biasa bagi anak itu.

Beberapa waktu kemudian pria itu kembali lagi menemui si anak lalu menyapanya. Si anak berterima kasih kepada pria itu, lalu menanyakan apa yang ditulis sang pria di papan miliknya. Pria itu menjawab, “Saya menulis, ‘Hari yang sangat indah, tetapi saya tidak bisa melihatnya.’ Saya hanya ingin mengutarakan betapa beruntungnya orang masih bisa melihat. Saya tidak ingin pengunjung memberikan uangnya hanya sekedar kasihan sama kamu. Saya ingin mereka memberi atas dasar terima kasih karena telah diingatkan untuk selalu bersyukur.”

Pria itu melanjutkan kata-katanya, “Selain untuk menambah penghasilanmu, saya ingin memberi pemahaman bahwa ketika hidup memberimu 100 alasan untuk menangis, tunjukkanlah bahwa masih ada 1000 alasan untuk tersenyum.”

 Maka dari itu aku sangat bersyukur atas semua yang diberikan Allah kepadaku yang salah satunya adalah penglihatan, karena semua anugerah yang diberikan Allah kepadaku  itu sangat luar biasa, dan aku akan gunakan semua yang diberikan Allah kejalan yang benar serta tidak menyia-nyiakannya. Aku juga percaya bahwa setiap apa yang telah diberikan Allah kepada ku pasti semuanya ada manfaatnya serta setiap cobaan yang Allah berikan kepadaku pasti tidak akan melebihi kemampuanku. Allah juga tidak akan memberikan apa yang kita harapkan tetapi Allah akan memberikan apa yang kita perlukan.

Dari cerita diatas mengingatkanku untuk selalu bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepadaku Karena orang yang selalu bersyukur akan ditambahkan nikmatnya oleh Allah dan orang yang tidak mau bersyukur terhadap nikmat Allah akan dilaknat oleh Allah SWT.

 

Nama                        : Imelda Saputri

Nrp                           : I14100124

Laskar / Panji           : 5 /1

CERITA INSPIRASI

Berawal dari sekolah, waktu itu ada lomba paskibra antar sekolah  dan lombanya itu diadakan di kabupaten tempat aku tinggal. Tempatnya lumayan,,,tidak terlalu jauh dari sekolah aku, kira-kira satu jam lebih dari sekolahku. Saat itu Sekolah aku juga ikut berpartisipasi dalam acara lomba tersebut , kebetulan aku anak paskib juga jadi ikut gabung dalam acara tersebut. Kamipun latihan setiap hari supaya sekolah kami bisa menang di acara lomba tersebut, didalam susunan acara paskib ada yang menjadi pembawa acaranya, pengibar benderanya dan yang menjadi anggotanya. Seminggu kemudian kamipun berangkat , rencananya  kami  semua berangkat menggunakan mobil yang sudah disewakan oleh sekolah kami, jadi tidak perlu repot-repot memikirkan bagaimana caranya pergi kesana , tapi berhubung waktu itu mobilnya tidak cukup mengangkut semuanya , terpaksa ada yang naik motor. Yang naik motor ada empat orang salah satunya aku. Yang naik mobil duluan jadi kami yang naik motor ngikutin di belakang, karena mobil kan cepat yah jalannya jadi kami selalu ketinggalan di belakang  temen kami juga yang sama-sama naik motor juga pisah, dia lebih cepat ngendarainya daripada kami. Beberapa menit kemudian terjadilah insiden kecelakaan, motor kami menabrak motor yang pulang dari kebun , untung saja waktu itu temen kami yang sama-sama naik motor tidak jauh dari kami jadi dia melihat kalau kami kecelakaan, dia pun dengan cepatnya langsung menghampiri kami, juga waktu itu banyak orang yang singgah untuk menolong kami, temenku yang memboncengi aku pingsan kalau aku masih sadar dan luka di bagian-bagian tubuhku, aku masih tahu siapa saja yang telah menolong kami, sedangkan orang yang kami tabrak tadi tidak pingsan mereka juga luka di bagian tubuhnya tapi tidak begitu parah. Kamipun dibawa  kesebuah rumah sakit dengan sebuah mobil yang saat itu singgah untuk menolong kami, sedangkan temen kami yang dua tadi mencar, satu pergi kesekolah untuk memberitakan bahwa ada siswanya yang kecelakaan dan yang satu lagi melanjutkan perjalanannya ke tempat perlombaan sama juga untuk mengabarkan ada yang  tidak jadi ikut lomba karena kecelakaan. Waktu itu aku takut sekali jika orang tuaku tahu aku kecelakaan motor, karena waktu pergi  aku bilangnya naik mobil. Akhirnya  orangtuaku tahu dari guruku, merekapun datang menjengukku di Rumah Sakit. Bapaku pun marah karena aku bohong kepada mereka. Aku pun minta maaf kepada mereka dengan tidak melakukan itu lagi dikemudian hari. Aku sangat menyesali hal itu sudah membuat orang tuaku kecewa dan malu dengan orang lain, andai waktu bisa diulang aku ingin memperbaiki kesalahanku yang telah kuperbuat sebelumnya, tapi sayang semunya itu tidak dapat diulang hanya bisa dikenang dan dijadikan sebagai pengalaman yang tak terlupakan dalam hidupku serta menjadi pelajaran bagiku.

Dari kejadian itulah aku terinspirasi bahwa setiap apa yang kulakukan aku harus minta izin terlebih dahulu kepada orang tua dan yang paling penting tidak membohongi mereka lagi. Aku akan berusaha setiap apa yang aku lakukan harus memberikan yang terbaik untuk mereka juga keluarga, tidak akan membuat keluargaku malu lagi dengan perbuatan-perbuatanku yang terdahulu. Berusaha menjadi anak yang dapat membanggakan orang tua bukan menyusahkan orang tua.karena bagiku orangtua adalah segalanya bagiku. Dan dari kejadian itu juga aku mendapatkan sesuatu pelajaran yang berharga  yang membuatku termotivasi dalam setiap kegiatan yang aku lakukan.